Kode Etik Profesi : Pengertian, Tujuan, Manfaat, Contoh, Selengkapnya
![]() |
Sumber : freepik.comHalo semuanya !Kembali lagi bersama saya Mega Yassinta Aulia (232410101031) dari Prodi Sistem Informasi Fakultas Ilmu Komputer Universitas Jember. Dalam pembahasan Kelas-A Etika Profesi yang pada pertemuan ke-4 yang dilaksanakan secara online bersama Prof. Slamin dengan materi Kode Etik. Bagaimana materi lengkapnya? Mari kita simak bersama-sama.
Kode Etik ProfesiMengulas dari materi
sebelumnya, profesi adalah panggilan atau sebutan
yang membutuhkan keahlian khusus dan persiapan akademik yang panjang dan
intensif (George Reynolds, 2014). Lalu, apa itu kode
etik profesi ? pertama, kita artikan kata kode terlebih dahulu. Kode adalah
tanda-tanda atau symbol-simbl yang berupa kata-kata, tulisan atau benda yang
disepakati untuk maksud-maksud tertentu. Misalnya, untuk menjamin suatu berita,
keputusan atau suatu kesepakatan suatu organisasi. Kode juga dapat berarti
kumpulan peraturan yang sistematis. Jadi, kode etik
profesi merupakan suatu tatanan etika yang telah disepakati oleh suatu kelompok
masyarakat tertentu sebagai landasan tingkah laku sehari-hari di masyarakat
maupun di tempat kerja. Kode etik juga dapat diartikan sebagai pola aturan,
tata cara, tanda, pedoman etis dalam melakukan suatu kegiatan atau pekerjaan. Kode etik profesi
adalah pedoman sikap, tingkah laku dan perbuatan dalam melaksanakan tugas dalam
kehidupan sehari-hari (UU NO.8 POKOK-POKOK KEPEGAWAIAN). Dengan kata lain, kode
etik profesi merupakan pedoman untuk bersikap tingkah laku dalam melaksanakan
dan sebagai sarana untuk membantu para pelaksana sebagai seseorang yang professional,
supaya tidak merusak etika profesi ketika sedang menjalankan tuagsnya.
Tujuan Kode Etik ProfesiTujuan utama kode etik profesi adalah agar seorang professional memberikan jasa sebaik-baiknya kepada pemakai jasa atau nasabahnya. Adanya kode etik akan melindungi perbuatan yang tidak professional. Selain hal tersebut, berikut ada beberapa tujuan kode etik profesi, yaitu.
|
Fungsi Kode Etik Profesi
Setelah membahas
mengenai tujuan kode etik profesi, materi selanjutnya adalah mengenai fungsi
kode etik profesi. Berikut beberapa fungsi kode etik profesi.
- Memberikan pedoman bagi setiap anggota profesi tentang prinsip profesionalitas, nantinya dalam pelaksanaan profesi mampu mengetahui hal yang boleh dilakukan dan yang tidak boleh dilakukan.
- Sebagai sarana kontrol sosial bagi masyarakat atas profesi yang bersangkutan, agar dapat memberikan suatu pengetahuan kepada masyarakat mengenai arti pentingya suatu profesi.
- Mencegah campur tangan pihak di luar organisasi mengenai profesi, artinya pelaksana profesi suatu instansi atau perusahaan yang lain tidak boleh mencampuri pelaksanaan profesi di lain instansi atau perusahaan.
Manfaat Kode Etik Profesi
- Kode etik profesi dapat meningkatkan kredibilitas korporasi atau perusahaan.
- Kode etik profesi menyediakan kemungkinan untuk mengatur dirinya sendiri.
- Kode etik profesi dapat menjadi alat atau sarana untuk menilai dan mengapresiasi tanggung jawab sosial perusahaan.
- Kode etik profesi merupakan alat yang ampuh untuk menghilangkan hal-hal yang belum jelas menyangkut norma-norma moral, khususnya ketika terjadi konflik nilai
Prinsip Kode Etik Profesi
Berikut adalah beberapa prinsip dalam kode
etik profesi menurut Bertens. K 2007 .
- Prinsip Tanggung Jawab
Seorang yang
memiliki profesi harus mampu bertanggung jawab atas dampak yang ditimbulkan
dari profesi tersebut, khusunya bagi orang-orang disekitarnya.
- Prinsip Keadilan
Prinsip ini
menuntut agar seseorang mampu menjalankan profesinya tanpa merugikan orang
lain, khusunya orang yang berkaitan dengan profesi tersebut.
- Prinsip Otonomi
Prinsip ini
didasari dari kebutuhan seorang professional untuk diberikan kebebasan
sepenuhnya untuk menjalankan profesinya.
- Prinsip Integritas Moral
Seorang professional
juga dituntut untuk memiliki komitmen pribadi untuk menjaga kepentingan
profesinya, dirinya, dan masyarakat.
Sifat Kode Etik Profesi
Sifat dan orientasi
kode etik hendaknya :
- Singkat
- Sederhana
- Jelas dan Konsisten
- Masuk Akal
- Dapat Diterima
- Praktis dan Dapat Dilaksanakan
- Komprehensif dan Lengkap
- Positif dalam Formulasinya

Sumber : freepik.com

Pelanggaran Kode Etik Profesi
Berikut adalah beberapa
penyebab pelanggaran kode etik profesi.
- Idealisme dalam kode etik profesi tidak sejalan dengan fakta yang terjadi di sekitar para profesional sehingga harapan terkadang sangat jauh dari kenyataan.
- Kemungkinan para profesional untuk berpaling kepada kenyataan dan mengabaikan idealisme kode etik profesi.
- Adanya peluang kepada profesional untuk berbuat menyimpang dari kode etik profesinya.
Contoh Jenis Pelanggaran Kode Etik Bidang IT
- Hacker dan Cracker
- Denial of Service Attack
- Piracy
- Fraud
- Gambling
- Pornography dan Paedophilia
- Data Forgery
Sanksi Pelanggaran Kode Etik Profesi
- Sanksi Moral
- Sanksi terhadap Tuhan YME
- Sanksi dijatuhkan dari organisasi yang bersangkutan
Kode Etik Profesi System Analyst
- Seorang sistem analis tidak boleh membuat sistem yang sulit dengan sengaja untuk membingungkan atau tidak akurat.
- Seorang sistem analis tidak boleh menggunakan sistem yang telah ada sebelumnya dengan hak cipta kecuali telah membeli atau telah meminta izin.
- Tidak boleh mencari keuntungan tambahan dari proyek yang didanai oleh pihak kedua tanpa izin.
- Tidak boleh mencuri software khususnya development tools.
- Tidak boleh menerima dana tambahan dari berbagai pihak eksternal dalam suatu proyek secara bersamaan kecuali mendapatkan izin.
- Tidak boleh membuat sistem yang dengan sengaja menjatuhkan sistem lain untuk mengambil keuntungan dalam menaikkan status.
- Tidak boleh membeberkan data-data penting karyawan dalam perusahaan.
- Tidak pernah mengambil keuntungan dari pekerjaan orang lain.
- Tidak boleh mempermalukan profesinya
Kode Etik Profesi Developer
- Berkontribusi untuk kehidupan masyarakat yang baik.
- Menghindari hal-hal yang dapat membahayakan orang lain
- Jujur dan dapat dipercaya
- Memberikan penghargaan terhadap asset intelektual
- Menghormati privasi orang lain
- Menghormati kerahasiaan
Kode Etik Web Programmer
- Berkewajiban untuk memastikan bahwa proyek yang dikerjakan bisa selesai dan bisa digunakan oleh klien
- Berkewajiban menjaga kerahasiaan data yang dibocorkan klien selama pengembangan proyek web
- Memandu dan melatih klien untuk dapat menggunakan web yang telah selesai dikerjakan
- Memastikan bahwa web yang telah tayang akan tetap dapat digunakan seterusnya
Kode Etik Profesi Network Engineer
- Tidak boleh mengubah konfigurasi di dalam jaringan tanpa sepengetahuan perusahaan.
- Harus dapat mengamankan jaringan yang telah dibentuk untuk melayani pengguna
- Menambahkan software dan hardware yang dibutuhkan
- Mencatat dan melaporkan permasalahan dalam komputer user di dalam jaringan
- Tidak membiarkan data-data perusahaan disabotase
- Memiliki sikap disiplin dan tetap pada tugas yang telah dibuat


Komentar
Posting Komentar